Baca Juga


Tengoklah sepakbola kita wahai kawan
a. Beberapa tahun ini Timnas Indonesia tidak mengalami perkembangan yang berarti, kekalahan demi kekalahan berhasil kita raih
b. Segala macam upaya telah dilakukan "KSN"
c. Berbagai macam pelatih didatangkan "Kolev, Peter White, Bendol"
d. Suporter pun sudah turun tangan (demo bersama didepan kantor PSSI oleh Aremania, The Jack, Pasoepati, Bobotoh, Persita, dan rekan-rekan suporter yang lain)
e. Kegerahan Hendry Mulyadi dengan Timnas kala lawan Oman dengan nekat memasuki lapangan.

Tapi apa yang kita dapatkan?

"Bunch Of Looser"
Kebanyakan orang bersikukuh mengatakan, timnas indonesia tidak berjalan mundur,tetapi berkembang sangat amat lambat. Tetapi, faktanya, semakin lama kita semakin mendekati jaman prasejarah

Hasil Pemikiran ane:
1.Tim SAD Indonesia yang telah diberangkatkan dan berlatih di Uruguay selama beberapa tahun ini memang tampil sangat menjanjikan saat berlaga dalam kualifikasi piala AFC U-19 tahun lalu kendati terlambat panas, namun nyatanya ini bukan suatu rencana jangka panjang untuk kemajuan sepakbola indonesia,ini hanya meningkatkan kualitas segelintir individu-individu yang berpartisipasi dalam tim SAD saja. Namun program ini lebih baik daripada tidak ada program sama sekali.

2. Siapa pemimpin PSSI? Masih seorang Si..? ane kira bahkan dalam segi nasionalitas, Hendri Mulyadi, yang berani terjun kedalam lapangan saat pertandingan tanpa takut apa yang akan dilakukan petugas setelahnya, lebih baik. Namun dalam segi kemampuan, kita sendiri pun belom bisa memastikan sehebat apa seorang Nurdin Halid. Tapi seperti apapun, seluruh Pengurus PSSI wajib diregenerasi.

Indonesia membutuhkan pemimpin yang berani membuat perubahan

JADI APA YANG HARUS DILAKUKAN?

1. Tentu saja,regenerasi pengurus PSSI
2. Setiap kekalahan,ada dua hal yang selalu disebut2, "pemain kita minim jam terbang" atau"pemain hanya memiliki waktu x minggu untuk belatih bersama" jadi, mengapa kita tidak belajar dari pengalaman ini?
3. Sudah sangat terlambat untuk meningkatkan kemampuan Bambang Pamungkas dkk. Lebih baik PSSI berkonsentrasi pada pembinaan bibit usia muda. Pembukaan IFA (Indonesia Footall Academy) sudah menunjukkan arah kesitu,namun itu saja masih jauh dari cukup.
4. Jika PSSI fokus pada pembinaan bibit unggul muda, apa jadinya timnas senior,yang saat ini diurus PSSI saja,gagal menunjukkan taringnya?
Walaupun ane adalah salah satu penentang terbesar NATURALISASI pemain, karena menyangkut harga diri dan nasionalitas, namun tampaknya, cara ini dapat dilakukan untuk menutupi lubang pada timnas senior NAMUN HANYA UNTUK 2-3 tahun kedepan sehingga PSSI dapat benar2 fokus pada pemain2 muda. Setelah pemain-pemain muda ini siap, pemain hasil naturalisasi ini dapat didepak dari timnas.

Bagaimana dengan pendapat anda?

Artikel ini di sadur dari kaskus