Featured Posts

Elastisitas Penawaran

- 4 comments
Elastisitas Penawaran ~ Penawaran adalah jumlah barang dan jasa yang ditawarkan oleh produsen pada berbagai tingkat harga dan faktor-faktor lain diasumsikan tetap (ceteris paribus) atau Penawaran diartikan sebagai jumlah barang dan jasa yang ditawarkan oleh produsen pada berbagai tingkat harga tertentu.

Elastisitas Penawaran
Elastisitas Penawaran

1. Pengertian Elastisitas Penawaran

Dalam ilmu ekonomi, elastisitas penawaran didefinisikan sebagai ukuran kepekaan jumlah penawaran suatu barang dengan harga barang itu sendiri. Elastisitas penawaran mengukur persentase perubahan jumlah penawaran yang terjadi akibat persentase perubahan harga. Sebagai contoh, jika harga sebuah barang naik 10%, jumlah penawarannya naik 20%, maka koefesien elastisitas permintaannya adalah 20%/10% = 2. (Case & Fair, 1999: 119).

Jumlah barang yang ditawarkan, dalam jangka pendek, berbeda dengan jumlah barang yang diproduksi, karena sebuah perusahaan biasanya tidak langsung menawarkan semua produknya ke konsumen, melainkan menyimpan sebagian produknya untuk dijual dikemudian hari (atau biasa disebut sebagai stok barang). Meskipun demikian, dalam jangka panjang, jumlah barang yang ditawarkan dianggap sama dengan jumlah barang yang diproduksi.

Elastisitas penawaraan atau elasticity of supply dapat diartikan sebagai tingkat kelenturan atau tingkat kepekaan penawaran terhadap perubahan harga. Besaran ini menunjukkan pengaruh perubahan harga terhadap besar kecilnya jumlah barang yang ditawarkan atau menunjukkan tingkat kepekaan perubahan jumlah barang yang ditawarkan terhadap perubahan harga barang.

Keelastisan dari penawaran dinyatakan dengan suatu bilangan yang disebut dengan koefisien elastisitas penawaran dan dinotasikan dengan huruf Es. Nilai Es menunjukkan perbandingan antara Persentasi perubahan jumlah barang yang ditawarkan dengan persentase perubahan harganya. Nilai dari Es dihitung berdasarkan formula berikut :

Es = (ΔQ/Q)/(ΔP/P)

ΔQ = perubahan jumlah penawaran

ΔP = perubahan harga barang

P = harga mula-mula

Q = jumlah penawaran mula-mula

Es = koefesien elastisitas penawaran

Jika penawaran suatu barang memiliki nilai koefesien Es sama dengan 2, maka perubahan persentase harga akan menyebabkan terjadinya perubahan persentase penawaran sebesar dua kali daripada perubahan persentase harga.

Jika tingkat harga barang berubah sebesar 10 persen, maka tingkat penawaran akan berubah sebesar 20 persen.

Nilai koefesien penawaran, Es sama dengan 0,5 menunjukkan bahwa perubahan tingkat harga akan menyebabkan tingkat penawaran barang berubah sebesar setengah kalinya daripada perubahan tingkat harga.

Jika tingkat harga berubah sebesar 10 persen, maka perubahan tingkat penawaran adalah lima persen.

Nilai Es lebih besar dari satu disebut penawaran elastisis, sedangkan jika nilai Nilai Es kurang daripada satu disebut penawaran inelastis. penawaran dengan nilai Es sama dengan satu disebut penawaran unitary atau penawaran satuan atau normal.

Selain itu masih ada dua jenis penawaran lagi yaitu penawaran elastis sempurna dan penawaran inelastis sempurna. penawaran elastis sempurna ditunjukkan dengan Nilai Es tak hingga, dan penawaran inelastis sempurna ditunjukkan dengan Es sama dengan nol.

Nilai koefisien elastisitas penawaran dapat dihitung dengan menggunakan rumus:

Rumus Elastisitas Penawaran
Rumus Elastisitas Penawaran

Atau
Rumus Elastisitas Penawaran
Rumus Elastisitas Penawaran

2. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Elastisitas Harga Dari Penawaran

Sama halnya dengan elastisitas permintaan, elastisitas penawaran dipengaruhi oleh waktu, daya tahan produk, kapasitas produk, jumlah persediaan, dan mobilitas faktor produksi. 

a. Waktu

Jangka waktu berproduksi sangat memengaruhi elastisitas penawaran barang. Penarawan barang hasil industri akan berbeda dengan hasil pertanian. Untuk menambah penawaran, sektor pertanian membutuhkan waktu yang relatif lebih lama dibanding sektor industri. Oleh karena itu, penawaran hasil pertanian umumnya lebih inelastik dari sektor industri karena produsen tidak dapat memenuhi tambahan pada pesanan dengan cepat meskipun harga produk pertanian meningkat.

Yang dimaksud waktu di sini adalah kesempatan produsen/ penjual untuk menambah jumlah produksi. Waktu dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.
  1. Jangka Waktu Sangat Pendek. Produsen tidak dapat menambah barang dalam waktu yang sangat pendek karena penawaran tergantung persediaannya (harus menunggu masa panen), seperti produksi di bidang pertanian, misalnya sayur-mayur dan buah-buahan. Waktu dalam beberapa hari saja ± 40 hari menyebabkan penawaran bersifat inelastis.
  2. Jangka Pendek. Produsen masih tetap dapat menambah produksi barang yang ditawarkan walaupun tidak dapat memperbesar kapasitas produksi yang ada, seperti bangunan, mesin-mesin, tetapi dengan cara bekerja lebih lama dari waktu sebelumnya atau menambah bahan baku sehingga produksi dapat ditambah. Penawaran dalam waktu ini dapat elastis atau inelastis.
  3. Jangka Panjang. Penawaran bersifat elastis karena produsen mempunyai banyak kesempatan untuk memperluas kapasitas produksi (areal pertanian, mesin-mesin, pabrik baru, dan tenaga ahli). Makin lama waktu makin elastis.

b. Daya Tahan Produk

Produk-produk yang memiliki daya tahan lebih singkat seperti makanan, hasil pertanian, umumnya lebih inelastik. Akan tetapi, produk dengan daya tahan lebih lama seperti kulkas, mesin jahit, kompor gas cenderung lebih elastik.

Untuk memudahkan dalam memahami konsep elastisitas harga baik permintaan maupun penawaran, pernyataan yang bisa dijadikan acuan adalah bahwa suatu barang dikatakan bersifat elastik, apabila perubahan harga berpengaruh besar terhadap jumlah barang yang diminta atau ditawarkan. Adapun suatu barang dikatakan bersifat inelastik, apabila adanya perubahan harga kurang berpengaruh terhadap jumlah barang dan jasa yang diminta atau ditawarkan.

Produk-produk hasil pertanian, seperti sayuran dan buah-buahan yang mudah busuk, pecah, dan layu sehingga penawarannya cenderung inelastis. Akan tetapi, produk-produk dengan daya tahan lebih lama, seperti kulkas, mesin jahit, dan kompor gas, cenderung lebih elastis.

c. Kapasitas produksi

Industri yang beroperasi di bawah kapasitas optimal cenderung membuat kurva penawaran elastis.

d. Jumlah Persediaan

Apabila perusahaan menyimpan persediaan dalam jumlah besar, kurva penawaran akan lebih elastik karena dapat segera memasoknya ke pasar jika ada permintaan dari masyarakat. Jika persediaan sudah habis, perusahaan akan kesulitan dalam memasok barang sehingga kurva penawaran akan lebih inelastik.

e. Mobilitas Faktor Produksi

Faktor produksi dikatakan memiliki mobilitas yang tinggi apabila mudah berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Jika faktor produksi memiliki mobilitas tinggi, produsen dapat menyesuaikan kapasitas produksinya (besarnya produksi) sehingga penawaran lebih elastik.

3. Macam Atau Jenis Elastisitas Penawaran 

Elastisitas penawaraan atau elasticity of supply dapat diartikan sebagai tingkat kelenturan atau tingkat kepekaan penawaran terhadap perubahan harga. Besaran ini menunjukkan pengaruh perubahan harga terhadap besar kecilnya jumlah barang yang ditawarkan atau menunjukkan tingkat kepekaan perubahan jumlah barang yang ditawarkan terhadap perubahan harga barang.

1. Jenis Elastisitas Penawaran

Seperti halnya elastisitas dari permintaan, elastisitas dari penawaran juga terdapat lima macam, yaitu penawaran elastis, penawar’an inelastis, penawar’an uniter atau penawar’an normal, penawaran elastis sempurna, dan juga penawaran inelastis sempurna. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar tabel macam penawaran berikut ini :

Jenis Elastisitas Penawaran

Keterangan:
% ΔQs : Persentase perubahan jumlah dari barang yang ditawarkan / penawaran
% ΔPs : Persentase perubahan dari harga barang

Dari tabel diatas, penawaran elastis memiliki rumus E>1 dimana penawaran ini biasanya terjadi pada barang-barang mewah. Penawaran inelastis memiliki rumus E<1 dimana penawaran ini biasanya terjadi pada kebutuhan akan barang-barang pokok atau primer. Selanjutnya penawaran uniter atau penawaran normal dengan rumus E=1 dimana penawaran ini terjadi pada barang-barang kebutuhan sekunder. Pada penawaran elastis sempurna memiliki rumus E=~ dimana biasanya terjadi pada barang-barang kebutuhan dunia seperti gandum dan minyak. Penawaran terakhir yaitu penawaran inelastis sempurna dimana biasanya terjadi pada barang-barag kebutuhan seperti tanah dan air minum dengan rumus E=0.

a. Penawaran Inelastis

Penawaran inelastis terjadi apabila persentase perubahan penawaran lebih kecil dari persentase perubahan harga. Dengan kata lain, harga yang berubah sebesar X% ternyata diikuti perubahan penawaran kurang dari X%. Penawaran inelastis ditunjukkan dengan koefisien yang besarnya kurang dari 1 (Ed < 1).

Penawaran Inelastis Terjadi kalau persentase perubahan jumlah yang ditawarkan relatif lebih kecil dibanding persentase perubahan harga. Secara matematis %ΔQs < %ΔP.

Biasanya terjadi pada barang-barang hasil pertanian, karena barang-barang produk pertanian tidak mudah untukmenambah atau mengurangi produksinya dalam jangka pendek. Koefesien Es < 1
Kurva Penawaran Inelastis
Kurva Penawaran Inelastis

b. Penawaran Unitary

Penawaran ini terjadi bila persentase perubahan penawaran sama dengan persentase perubahan harga. Dengan kata lain, perubahan harga yang sebesar X% diikuti perubahan penawaran sebesar X% pula. Penawaran ini ditunjukkan dengan koefesien (Es) yang besarnya sama dengan 1 (Es = 1). Penawaran ini bisa terjadi pada berbagai macam barang yang terjadi pada saat tertentu saja (secara kebetulan).

Terjadi kalau perubahan harga pengaruhnya sebanding terhadap perubahan kuantitas barang yang ditawarkan. Secara matematis %ΔQd = %ΔP.

Penawaran yang elastis uniter atau elastis proporsional sulit ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, kalaupun terjadi sebenarnya hanyalah secara kebetulan. Koefesien Es = 1
Kurva Penawaran Unitary
Kurva Penawaran Unitary

c. Penawaran Elastis

Penawaran elastis terjadi bila persentase perubahan penawaran lebih besar dari persentase perubahan harga. Dengan kata lain, harga yang berubah sebesar X% diikuti perubahan penawaran lebih besar dari X%. Penawaran ini ditunjukkan dengan koefisien (Es) yang besarnya melebihi angka 1 (Es > 1).

Terjadi kalau perubahan harga pengaruhnya cukup besar terhadap perubahan kuantitas barang yang ditawarkan. Secara matematis %ΔQd > %ΔP.

Penawaran yang elastis atau peka terhadap harga dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari biasanya terjadi pada barang hasil industri yang mudah ditambah atau dikurangi produksinya. Koefesien Es > 1
Kurva Penawaran Elastis
Kurva Penawaran Elastis

d. Penawaran Inelastis Sempurna

Penawaran ini terjadi bila persentase perubahan penawaran sebesar 0%, sedangkan persentase perubahan harga sebesar X%. Dengan kata lain, walaupun harga berubah sebesar X%, penawaran tetap tidak berubah (0%). Penawaran ini ditunjukkan dengan koefisien (Es) sebesar 0 (Es = 0). Barang yang sifat penawarannya in elastis sempurna adalah barang yang jumlahnya tidak bisa ditambah walau harga mengalami kenaikan, contohnya tanah. Ini terjadi pada barang yang kapasitas produksinya sudah optimum. Dengan kata lain Penawaran inelastis sempurna terjadi jika tidak ada perubahan jumlah yang ditawarkan meskipun ada perubahan harga, atau ΔQs = 0, meskipun ΔP ada. Secara matematis %ΔQs = 0, berapapun perubahan dalam %ΔP. Kasus penawaran inelastis dalam kenyataan agak sulit ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Koefisien Es = 0
Kurva Penawaran Inelastis Sempurna
Kurva Penawaran Inelastis Sempurna

e. Penawaran Elastis Sempurna

Penawaran ini terjadi bila persentase perubahan penawaran sebesar X%, sedangkan persentase perubahan harga sebesar 0%. Dengan kata lain, walaupun harga tidak mengalami perubahan, penawaran mengalami perubahan sebesar X%. Penawaran ini ditunjukkan dengan koefisien (Es) yang besarnya ~ (Es = ~). Barang yang bersifat elastis sempurna adalah barang yang pada harga tertentu penawarannya terus mengalami perubahan. Ini terjadi karena pertambahan jumlah produsen, penggunaan mesin-mesin modern dan lain-lain contohnya: VCD, buku gambar, dan lain-lain.

Penawaran elastisitas sempurna terjadi jika ada perubahan jumlah yang ditawarkan meskipun tidak ada perubahan harga, atau ΔQs = Ada perubahan, meskipun ΔP=0. Secara matematis %ΔQs = Ada, %ΔP = 0. Kasus penawaran elastis sempurna terjadi pada bila penawaran suatu barang dapat berubah-ubah meskipun harga barang tersebut tetap.
Kurva Penawaran Elastis Sempurna
Kurva Penawaran Elastis Sempurna

4. Kurva Elastisitas Penawaran (Supply Curve)

Kurva penawaran adalah garis yang menghubungkan titik-titik pada tingkat harga (Price) dengan jumlah barang/jasa yang ditawarkan (quantity supplied).

Tabel penwaran (Supply schedule) adalh tabel yang menunjukkan kuantitas suatu barang dan jasayang ditawarkan selama periode tertentupada berbagai tingkat harga, cateris paribus.

Kurva penawaran bergerak dari kiri bawah ke kanan atas yang menunjukkan bahwa jika harga barang tinggi, para penjual/produsen akan menjual dalam jumlah yang lebih banyak.

Kurva Elastisitas Penawaran
Kurva Penawaran

Kurva Elastisitas Penawaran
Kurva Elastisitas Penawaran
Kurva Elastisitas Penawaran
Kurva Elastisitas Penawaran
Cara praktis menentukan besarnya elastisi`tas tanpa mencari turunan Q atau Q1, yaitu :

  • Jika persamaan fungsi menunjukkan P = a – bQ (fungsi permintaan) dan P = a + bQ (fungsi Penawaran), maka rumus elastisitas nya adalah sebagai berikut.
    Rumus Kurva Elastisitas Penawaran
    Rumus
  • Jika persamaan fungsi menunjukkan Q = a – bP (fungsi permintaan) dan Q = a + bP (fungsi penawaran), maka rumus elastisitas nya adalah sebagai berkut.
    Rumus Kurva Elastisitas Penawaran
    Rumus

Referensi :

  1. Ahman, H., E., Rohmana, Y., 2007,”Ilmu Ekonomi Dalam PIPS”, Edisi Kedua, Cetakan Pertama, Penerbit Universitas Terbuka, Jakarta.
  2. Sadono Sukirno, 2004. Makro ekonomi : Teori Pengantar, Edisi Ketiga,  RajaGrafindo Persada, Jakarta
  3. Sukirno, S, 2011, “Mikroekonomi Teori Pengantar”, PT Raja Grafindo Persada, Edisi Ketiga, Cetatakan Ke 26, Jakarta.
  4. http://myilmulintashukum.blogspot.co.id/2015/09/ekonomi.html
  5. http://myilmulintashukum.blogspot.co.id/2015/12/teori-penawaran.html
  6. http://myilmulintashukum.blogspot.co.id/2016/01/pengertian-dan-faktor-yang-memengaruhi.html

    Macam Atau Jenis Dan Kurva Elastisitas Penawaran

    - 4 comments
    Macam Atau Jenis Dan Kurva Elastisitas Penawaran ~ Elastisitas penawaraan atau elasticity of supply dapat diartikan sebagai tingkat kelenturan atau tingkat kepekaan penawaran terhadap perubahan harga. Besaran ini menunjukkan pengaruh perubahan harga terhadap besar kecilnya jumlah barang yang ditawarkan atau menunjukkan tingkat kepekaan perubahan jumlah barang yang ditawarkan terhadap perubahan harga barang.

    1. Jenis Elastisitas Penawaran

    Seperti halnya elastisitas dari permintaan, elastisitas dari penawaran juga terdapat lima macam, yaitu penawaran elastis, penawar’an inelastis, penawar’an uniter atau penawar’an normal, penawaran elastis sempurna, dan juga penawaran inelastis sempurna. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar tabel macam penawaran berikut ini :

    Jenis Elastisitas Penawaran

    Keterangan:
    % ΔQs : Persentase perubahan jumlah dari barang yang ditawarkan / penawaran
    % ΔPs : Persentase perubahan dari harga barang

    Dari tabel diatas, penawaran elastis memiliki rumus E>1 dimana penawaran ini biasanya terjadi pada barang-barang mewah. Penawaran inelastis memiliki rumus E<1 dimana penawaran ini biasanya terjadi pada kebutuhan akan barang-barang pokok atau primer. Selanjutnya penawaran uniter atau penawaran normal dengan rumus E=1 dimana penawaran ini terjadi pada barang-barang kebutuhan sekunder. Pada penawaran elastis sempurna memiliki rumus E=~ dimana biasanya terjadi pada barang-barang kebutuhan dunia seperti gandum dan minyak. Penawaran terakhir yaitu penawaran inelastis sempurna dimana biasanya terjadi pada barang-barag kebutuhan seperti tanah dan air minum dengan rumus E=0.

    a. Penawaran Inelastis

    Penawaran inelastis terjadi apabila persentase perubahan penawaran lebih kecil dari persentase perubahan harga. Dengan kata lain, harga yang berubah sebesar X% ternyata diikuti perubahan penawaran kurang dari X%. Penawaran inelastis ditunjukkan dengan koefisien yang besarnya kurang dari 1 (Ed < 1).

    Penawaran Inelastis Terjadi kalau persentase perubahan jumlah yang ditawarkan relatif lebih kecil dibanding persentase perubahan harga. Secara matematis %ΔQs < %ΔP.

    Biasanya terjadi pada barang-barang hasil pertanian, karena barang-barang produk pertanian tidak mudah untukmenambah atau mengurangi produksinya dalam jangka pendek. Koefesien Es < 1
    Kurva Penawaran Inelastis
    Kurva Penawaran Inelastis

    b. Penawaran Unitary

    Penawaran ini terjadi bila persentase perubahan penawaran sama dengan persentase perubahan harga. Dengan kata lain, perubahan harga yang sebesar X% diikuti perubahan penawaran sebesar X% pula. Penawaran ini ditunjukkan dengan koefesien (Es) yang besarnya sama dengan 1 (Es = 1). Penawaran ini bisa terjadi pada berbagai macam barang yang terjadi pada saat tertentu saja (secara kebetulan).

    Terjadi kalau perubahan harga pengaruhnya sebanding terhadap perubahan kuantitas barang yang ditawarkan. Secara matematis %ΔQd = %ΔP.

    Penawaran yang elastis uniter atau elastis proporsional sulit ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, kalaupun terjadi sebenarnya hanyalah secara kebetulan. Koefesien Es = 1
    Kurva Penawaran Unitary
    Kurva Penawaran Unitary

    c. Penawaran Elastis

    Penawaran elastis terjadi bila persentase perubahan penawaran lebih besar dari persentase perubahan harga. Dengan kata lain, harga yang berubah sebesar X% diikuti perubahan penawaran lebih besar dari X%. Penawaran ini ditunjukkan dengan koefisien (Es) yang besarnya melebihi angka 1 (Es > 1).

    Terjadi kalau perubahan harga pengaruhnya cukup besar terhadap perubahan kuantitas barang yang ditawarkan. Secara matematis %ΔQd > %ΔP.

    Penawaran yang elastis atau peka terhadap harga dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari biasanya terjadi pada barang hasil industri yang mudah ditambah atau dikurangi produksinya. Koefesien Es > 1
    Kurva Penawaran Elastis
    Kurva Penawaran Elastis

    d. Penawaran Inelastis Sempurna

    Penawaran ini terjadi bila persentase perubahan penawaran sebesar 0%, sedangkan persentase perubahan harga sebesar X%. Dengan kata lain, walaupun harga berubah sebesar X%, penawaran tetap tidak berubah (0%). Penawaran ini ditunjukkan dengan koefisien (Es) sebesar 0 (Es = 0). Barang yang sifat penawarannya in elastis sempurna adalah barang yang jumlahnya tidak bisa ditambah walau harga mengalami kenaikan, contohnya tanah. Ini terjadi pada barang yang kapasitas produksinya sudah optimum. Dengan kata lain Penawaran inelastis sempurna terjadi jika tidak ada perubahan jumlah yang ditawarkan meskipun ada perubahan harga, atau ΔQs = 0, meskipun ΔP ada. Secara matematis %ΔQs = 0, berapapun perubahan dalam %ΔP. Kasus penawaran inelastis dalam kenyataan agak sulit ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Koefisien Es = 0
    Kurva Penawaran Inelastis Sempurna
    Kurva Penawaran Inelastis Sempurna

    e. Penawaran Elastis Sempurna

    Penawaran ini terjadi bila persentase perubahan penawaran sebesar X%, sedangkan persentase perubahan harga sebesar 0%. Dengan kata lain, walaupun harga tidak mengalami perubahan, penawaran mengalami perubahan sebesar X%. Penawaran ini ditunjukkan dengan koefisien (Es) yang besarnya ~ (Es = ~). Barang yang bersifat elastis sempurna adalah barang yang pada harga tertentu penawarannya terus mengalami perubahan. Ini terjadi karena pertambahan jumlah produsen, penggunaan mesin-mesin modern dan lain-lain contohnya: VCD, buku gambar, dan lain-lain.

    Penawaran elastisitas sempurna terjadi jika ada perubahan jumlah yang ditawarkan meskipun tidak ada perubahan harga, atau ΔQs = Ada perubahan, meskipun ΔP=0. Secara matematis %ΔQs = Ada, %ΔP = 0. Kasus penawaran elastis sempurna terjadi pada bila penawaran suatu barang dapat berubah-ubah meskipun harga barang tersebut tetap.
    Kurva Penawaran Elastis Sempurna
    Kurva Penawaran Elastis Sempurna

    2. Kurva Elastisitas Penawaran (Supply Curve)

    Kurva penawaran adalah garis yang menghubungkan titik-titik pada tingkat harga (Price) dengan jumlah barang/jasa yang ditawarkan (quantity supplied).

    Tabel penwaran (Supply schedule) adalah tabel yang menunjukkan kuantitas suatu barang dan jasayang ditawarkan selama periode tertentupada berbagai tingkat harga, cateris paribus.

    Kurva penawaran bergerak dari kiri bawah ke kanan atas yang menunjukkan bahwa jika harga barang tinggi, para penjual/produsen akan menjual dalam jumlah yang lebih banyak.

    Kurva Elastisitas Penawaran
    Kurva Penawaran

    Kurva Elastisitas Penawaran
    Kurva Elastisitas Penawaran
    Kurva Elastisitas Penawaran
    Kurva Elastisitas Penawaran
    Cara praktis menentukan besarnya elastisi`tas tanpa mencari turunan Q atau Q1, yaitu :

    • Jika persamaan fungsi menunjukkan P = a – bQ (fungsi permintaan) dan P = a + bQ (fungsi Penawaran), maka rumus elastisitas nya adalah sebagai berikut.
      Rumus Kurva Elastisitas Penawaran
      Rumus
    • Jika persamaan fungsi menunjukkan Q = a – bP (fungsi permintaan) dan Q = a + bP (fungsi penawaran), maka rumus elastisitas nya adalah sebagai berkut.
      Rumus Kurva Elastisitas Penawaran
      Rumus

    Referensi :

    1. Ahman, H., E., Rohmana, Y., 2007,”Ilmu Ekonomi Dalam PIPS”, Edisi Kedua, Cetakan Pertama, Penerbit Universitas Terbuka, Jakarta.
    2. Sukirno, S, 2011, “Mikroekonomi Teori Pengantar”, PT Raja Grafindo Persada, Edisi Ketiga, Cetatakan Ke 26, Jakarta.
    3. http://myilmulintashukum.blogspot.co.id/2015/09/ekonomi.html
    4. http://myilmulintashukum.blogspot.co.id/2015/12/teori-penawaran.html
    5. http://myilmulintashukum.blogspot.co.id/2016/01/pengertian-dan-faktor-yang-memengaruhi.html

    Pengertian Dan Faktor Yang Memengaruhi Elastisitas Penawaran

    - 3 comments
    Pengertian Dan Faktor Yang Memengaruhi Elastisitas Penawaran ~ Penawaran adalah jumlah barang dan jasa yang ditawarkan oleh produsen pada berbagai tingkat harga dan faktor-faktor lain diasumsikan tetap (ceteris paribus) atau Penawaran diartikan sebagai jumlah barang dan jasa yang ditawarkan oleh produsen pada berbagai tingkat harga tertentu.


    Pengertian Dan Faktor Yang Memengaruhi Elastisitas Penawaran
    Elastisitas Penawaran

    1. Pengertian Elastisitas Penawaran

    Dalam ilmu ekonomi, elastisitas penawaran didefinisikan sebagai ukuran kepekaan jumlah penawaran suatu barang dengan harga barang itu sendiri. Elastisitas penawaran mengukur persentase perubahan jumlah penawaran yang terjadi akibat persentase perubahan harga. Sebagai contoh, jika harga sebuah barang naik 10%, jumlah penawarannya naik 20%, maka koefesien elastisitas permintaannya adalah 20%/10% = 2. (Case & Fair, 1999: 119).

    Jumlah barang yang ditawarkan, dalam jangka pendek, berbeda dengan jumlah barang yang diproduksi, karena sebuah perusahaan biasanya tidak langsung menawarkan semua produknya ke konsumen, melainkan menyimpan sebagian produknya untuk dijual dikemudian hari (atau biasa disebut sebagai stok barang). Meskipun demikian, dalam jangka panjang, jumlah barang yang ditawarkan dianggap sama dengan jumlah barang yang diproduksi.

    Elastisitas penawaraan atau elasticity of supply dapat diartikan sebagai tingkat kelenturan atau tingkat kepekaan penawaran terhadap perubahan harga. Besaran ini menunjukkan pengaruh perubahan harga terhadap besar kecilnya jumlah barang yang ditawarkan atau menunjukkan tingkat kepekaan perubahan jumlah barang yang ditawarkan terhadap perubahan harga barang.

    Keelastisan dari penawaran dinyatakan dengan suatu bilangan yang disebut dengan koefisien elastisitas penawaran dan dinotasikan dengan huruf Es. Nilai Es menunjukkan perbandingan antara Persentasi perubahan jumlah barang yang ditawarkan dengan persentase perubahan harganya. Nilai dari Es dihitung berdasarkan formula berikut :

    Es = (ΔQ/Q)/(ΔP/P)

    ΔQ = perubahan jumlah penawaran

    ΔP = perubahan harga barang

    P = harga mula-mula

    Q = jumlah penawaran mula-mula

    Es = koefesien elastisitas penawaran

    Jika penawaran suatu barang memiliki nilai koefesien Es sama dengan 2, maka perubahan persentase harga akan menyebabkan terjadinya perubahan persentase penawaran sebesar dua kali daripada perubahan persentase harga.

    Jika tingkat harga barang berubah sebesar 10 persen, maka tingkat penawaran akan berubah sebesar 20 persen.

    Nilai koefesien penawaran, Es sama dengan 0,5 menunjukkan bahwa perubahan tingkat harga akan menyebabkan tingkat penawaran barang berubah sebesar setengah kalinya daripada perubahan tingkat harga.

    Jika tingkat harga berubah sebesar 10 persen, maka perubahan tingkat penawaran adalah lima persen.

    Nilai Es lebih besar dari satu disebut penawaran elastisis, sedangkan jika nilai Nilai Es kurang daripada satu disebut penawaran inelastis. penawaran dengan nilai Es sama dengan satu disebut penawaran unitary atau penawaran satuan atau normal.

    Selain itu masih ada dua jenis penawaran lagi yaitu penawaran elastis sempurna dan penawaran inelastis sempurna. penawaran elastis sempurna ditunjukkan dengan Nilai Es tak hingga, dan penawaran inelastis sempurna ditunjukkan dengan Es sama dengan nol.

    Nilai koefisien elastisitas penawaran dapat dihitung dengan menggunakan rumus:

    Rumus Elastisitas Penawaran
    Rumus Elastisitas Penawaran

    Atau
    Rumus Elastisitas Penawaran
    Rumus Elastisitas Penawaran

    2. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Elastisitas Harga Dari Penawaran

    Sama halnya dengan elastisitas permintaan, elastisitas penawaran dipengaruhi oleh waktu, daya tahan produk, kapasitas produk, jumlah persediaan, dan mobilitas faktor produksi. 

    a. Waktu

    Jangka waktu berproduksi sangat memengaruhi elastisitas penawaran barang. Penarawan barang hasil industri akan berbeda dengan hasil pertanian. Untuk menambah penawaran, sektor pertanian membutuhkan waktu yang relatif lebih lama dibanding sektor industri. Oleh karena itu, penawaran hasil pertanian umumnya lebih inelastik dari sektor industri karena produsen tidak dapat memenuhi tambahan pada pesanan dengan cepat meskipun harga produk pertanian meningkat.

    Yang dimaksud waktu di sini adalah kesempatan produsen/ penjual untuk menambah jumlah produksi. Waktu dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.
    1. Jangka Waktu Sangat Pendek. Produsen tidak dapat menambah barang dalam waktu yang sangat pendek karena penawaran tergantung persediaannya (harus menunggu masa panen), seperti produksi di bidang pertanian, misalnya sayur-mayur dan buah-buahan. Waktu dalam beberapa hari saja ± 40 hari menyebabkan penawaran bersifat inelastis.
    2. Jangka Pendek. Produsen masih tetap dapat menambah produksi barang yang ditawarkan walaupun tidak dapat memperbesar kapasitas produksi yang ada, seperti bangunan, mesin-mesin, tetapi dengan cara bekerja lebih lama dari waktu sebelumnya atau menambah bahan baku sehingga produksi dapat ditambah. Penawaran dalam waktu ini dapat elastis atau inelastis.
    3. Jangka Panjang. Penawaran bersifat elastis karena produsen mempunyai banyak kesempatan untuk memperluas kapasitas produksi (areal pertanian, mesin-mesin, pabrik baru, dan tenaga ahli). Makin lama waktu makin elastis.

    b. Daya Tahan Produk

    Produk-produk yang memiliki daya tahan lebih singkat seperti makanan, hasil pertanian, umumnya lebih inelastik. Akan tetapi, produk dengan daya tahan lebih lama seperti kulkas, mesin jahit, kompor gas cenderung lebih elastik.

    Untuk memudahkan dalam memahami konsep elastisitas harga baik permintaan maupun penawaran, pernyataan yang bisa dijadikan acuan adalah bahwa suatu barang dikatakan bersifat elastik, apabila perubahan harga berpengaruh besar terhadap jumlah barang yang diminta atau ditawarkan. Adapun suatu barang dikatakan bersifat inelastik, apabila adanya perubahan harga kurang berpengaruh terhadap jumlah barang dan jasa yang diminta atau ditawarkan.

    Produk-produk hasil pertanian, seperti sayuran dan buah-buahan yang mudah busuk, pecah, dan layu sehingga penawarannya cenderung inelastis. Akan tetapi, produk-produk dengan daya tahan lebih lama, seperti kulkas, mesin jahit, dan kompor gas, cenderung lebih elastis.

    c. Kapasitas produksi

    Industri yang beroperasi di bawah kapasitas optimal cenderung membuat kurva penawaran elastis.

    d. Jumlah Persediaan

    Apabila perusahaan menyimpan persediaan dalam jumlah besar, kurva penawaran akan lebih elastik karena dapat segera memasoknya ke pasar jika ada permintaan dari masyarakat. Jika persediaan sudah habis, perusahaan akan kesulitan dalam memasok barang sehingga kurva penawaran akan lebih inelastik.

    e. Mobilitas Faktor Produksi

    Faktor produksi dikatakan memiliki mobilitas yang tinggi apabila mudah berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Jika faktor produksi memiliki mobilitas tinggi, produsen dapat menyesuaikan kapasitas produksinya (besarnya produksi) sehingga penawaran lebih elastik.

    Referensi :

    1. Ahman, H., E., Rohmana, Y., 2007,”Ilmu Ekonomi Dalam PIPS”, Edisi Kedua, Cetakan Pertama, Penerbit Universitas Terbuka, Jakarta.
    2. Sukirno, S, 2011, “Mikroekonomi Teori Pengantar”, PT Raja Grafindo Persada, Edisi Ketiga, Cetatakan Ke 26, Jakarta.
    3. http://myilmulintashukum.blogspot.co.id/2015/09/ekonomi.html
    4. http://myilmulintashukum.blogspot.co.id/2015/12/teori-penawaran.html
    5. http://myilmulintashukum.blogspot.co.id/2015/12/pengertian-dan-faktor-penentu.html

      Macam Atau Jenis Dan Kurva Elastisitas Permintaan

      - 4 comments
      Macam Atau Jenis & Kurva Elastisitas Permintaan ~ Elastisitas permintaan mengukur perubahan relatif dalam jumlah unit barang yang di beli sebagai akibat perubahan salah satu faktor yang mempengaruhinya (ceteris paribus).

      1. Jenis Elastisitas Permintaan

      Elastisitas dari permintaan terdiri atas lima macamm yaitu permintaan elastis, permintaan inelastis, permintaan uniter atau permintaan normal, permintaan elastis sempurna dan permintaan inelastis sempurna. Untuk lebih jelasnya mengenai macam permintaan ini, coba kalian perhatikan gambar tabel berikut ini :

      Macam Atau Jenis Elastisitas Permintaan
      Jenis Elastisitas Permintaan
      Keterangan:
      % ΔQd = Persentase perubahan jumlah permintaan akan barang
      % ΔPd = Persentase perubahan dari harga barang

      Dari tabel diatas, permintaan elastis memiliki rumus E>1 dimana permintaan ini biasanya terjadi pada permintaan barang-barang mewah. Permintaan inelastis memiliki rumus E<1 dimana permintaan ini biasanya terjadi pada kebutuhan permintaan akan barang-barang pokok atau primer. Selanjutnya permintaan uniter atau permintaan normal dengan rumus E=1 dimana permintaan ini terjadi pada permintaan barang-barang kebutuhan sekunder. Pada permintaan elastis sempurna memiliki rumus E=~ dimana biasanya terjadi pada permintaan barang-barang kebutuhan dunia seperti gandum dan minyak. Permintaan terakhir yaitu permintaan inelastis sempurna dimana biasanya terjadi pada permintaan barang-barag kebutuhan seperti tanah dan air minum dengan rumus E=0.

      a. Permintaan Inelastis

      Permintaan inelastis terjadi apabila persentase permintaan lebih kecil dari persentase perubahan harga. Dengan kata lain, harga yang berubah sebesar X% ternyata diikuti perubahan permintaan kurang dari X%. Permintaan inelastis ditunjukkan dengan koefisien yang besarnya kurang dari 1 (Ed < 1).

      Seperti pada permintaan jagung tadi karena diperoleh Ed = 0,83 (lebih kecil dari 1) maka permintaan akan jagung tersebut tergolong permintaan inelastis. Barang yang mempunyai sifat permintaan inelastis adalah barang kebutuhan pokok.

      b. Permintaan Unitary

      Permintaan ini terjadi bila persentase perubahan permintaan sama dengan persentase perubahan harga. Dengan kata lain, harga yang berubah X% diikuti perubahan permintaan sebesar X% pula. Permintaan unitary ditunjukkan dengan koefisien (Ed) yang besarnya sama dengan 1 (Ed = 1).

      Permintaan ini terjadi pada berbagai macam barang pada saat tertentu secara kebetulan.

      c. Permintaan Elastis

      Permintaan elastisi terjadi bila persentase perubahan permintaan lebih besar dari persentase perubahan harga. Dengan kata lain, harga yang berubah X% diikuti perubahan permintaan lebih dari X%. Permintaan elastisitas ditunjukkan dengan koefisien (Ed) yang besarnya lebih dari 1 (Ed>1). Barang yang sifat permintaannya elastisi adalah barang-barang sekunder dan tersier (mewah) serta barang yang memiliki substitusi/pengganti.

      d. Permintaan Inelastis Sempurna

      Permintaan in elastis sempurna terjadi bila persentase perubahan permintaan sebesar 0 % sedang persentase perubahan harga sebesar X%. Dengan kata lain, walau harga berubah X%, permintaan tetap tidak berubah (0%). Permintaan ini ditunjukkan dengan koefisien (Ed) yang besarnya sama dengan 0, diperoleh dari Ed = = 0.

      Barang yang sifat permintaannya inelastis sempurna adalah barang yang harganya murah dan relatif tidak penting, seperti ketumbar dan merica. Dari grafik contoh soal 4 terlihat, ternyata berapa pun perubahan harga, tidak memengaruhi jumlah yang diminta.

      e. Permintaan Elastis Sempurna

      Permintaan ini terjadi bila persentase perubahan permintaan sebesar X% tetapi persentase perubahan harga sebesar 0% (tidak ada perubahan). Dengan kata lain, walaupun harga tidak berubah, permintaan mengalami perubahan sebesar X%. Permintaan ini ditunjukkan dengan koefisien (Ed) yang besarnya ~, diperoleh dari Ed = = ~

      Contoh barang yang bersifat permintaannya elastis sempurna adalah BBM (bahan bakar minya), seperti bensin, minyak tanah, dan lain-lain. Dari grafik tampak, ternyata walaupun harga tidak berubah, permintaan dapat terus mengalami perubahan.

      2. Kurva Elastisitas Dari Permintaan

      Elastisitas permintaan dapat diartikan sebagai tingkat kelenturan atau tingkat kepekaan permintaan terhadap perubahan harga.

      Kurva Elastisitas Permintaan
      Kurva Elastisitas Dari Permintaan
      Kurva Elastisitas dari Permintaan :
      1. Permintaan permintaan elastis;
      2. Permintaan permintaan inelastis;
      3. Permintaan permintaan uniter;
      4. Permintaan permintaan elastis Sempurna; dan
      5. Permintaan permintaan inelastis sempurna.

      Referensi :

      1. Nopirin, Pengantar Ekonomi Makro dan Mikro, BPFE, UGM, Yogyakarta, 2000
      2. Sukirno, S, 2011, “Mikroekonomi Teori Pengantar”, PT Raja Grafindo Persada, Edisi Ketiga, Cetatakan Ke 26, Jakarta.
      3. http://myilmulintashukum.blogspot.co.id/2015/12/pengertian-dan-faktor-penentu.html
      4. http://myilmulintashukum.blogspot.co.id/2015/12/teori-permintaan.html
      5. http://myilmulintashukum.blogspot.co.id/2015/12/pengertian-elastisitas.html

      Elastisitas Harga Permintaan

      - 3 comments
      Elastisitas Harga Permintaan ~ Elastisitas harga permintaan adalah suatu alat/konsep yang digunakan untuk mengukur derajat kepekaan/ respon perubahan jumlah/ kualitas barang yang dibeli sebagai akibat perubahan faktor yang mempengaruhi.

      Elastisitas Harga Permintaan
      Elastisitas Harga Permintaan
      Elastisitas permintaan (elasticity of demand) adalah pengaruh perubahan dari harga terhadap besar kecilnya jumlah permintaan barang atau tingkat kepekaan dari perubahan jumlah permintaan barang terhadap perubahan dari harga barang. Sedangkan besar kecilnya perubahan permintaan tersebut dinyatakan dalam koefisien elastisitas atau angka elastisitas yang disingkat E, yang dinyatakan dengan rumus berikut \ini :

      Rumus Elastisitas Harga Permintaan
      Elastisitas Harga Permintaan
      Keterangan:
      ΔQ : perubahan jumlah permintaan
      ΔP : perubahan dari harga barang
      P : harga mula-mula
      Q : jumlah permintaan mula-mula
      Ed : elastisitas dari permintaan

      Elastisitas harga permintaan merupakan perbadingan daripada persentasi perubahan jumlah barang yang diminta dengan prosentase perubahan pada harga di pasar, sesuai dengan hukum permintaan, dimana jika harga naik, maka kuantitas barang turun Dan sebaliknya.

      Elastisitas yang dikaitkan dengan harga barang itu sendiri. Elastisitas harga(Ep) mengukur berapa persen permintaan terhadap suatu barang berubah bila harganya berubah sebesar satu persen.

      Elastisitas harga ini besar indeksnya/koefisiennya dapat kurang dari, sama dengan lebih besar dari satu Dan merupakan angka mutlak (absolute), sehingga permintaannya dapat dikatakan :
      1. Tidak elastisitas (in elastic);
      2. Unitari (unity); dan
      3. Elastis (elastic).
      Ada tiga bentuk elastisitas harga permintaan:
      1. Apabila perubahan harga mengakibatkan perubahan yang lebih besar dari jumlah barang yang diminta, disebut dengan elastisitas yang elastis (elastic), dimana besar koefisiennya adalah lebih besar dari satu (Eh>1). Bentuk kurva permintaannya lebih landai.[ % ΔP > % Δ Q].
      2. Apabila persentase perubahan harga sama besarnya dengan persentase perubahan jumlah barang yang diminta, disebut dengan elastisitas yang unity (unitari), dimana besar koefisiennnya adalah sama dengan satu (eh=1), bentuk kurva permintaannya membentuk sudut 45 derajat dari titik asal [% ΔP = % Δ Q].
      3. Apabila persentase perubahan harga mengakibatkan perubahan kenaikan jumlah barang yang diminta yang lebih kecil,disebut dengan elastisitas yang in elastic dimana besar keofisiennya lebih kecil dari satu (Eh<1). Bentuk kurva permintaannya lebih vuram.. [ % ΔP < % Δ Q].Disamping tiga bentuk elastisitasharga permintaan diatas, ada dua lagi elastisitas harga permintaan, yaitu :
      • Permintaan yang elastis sempurna (perfectly Elastic), ini merupakan tingkat yang paling tinggi dari kemungkinan elastisitas, dimana respon yang paling besar dari jumlahbarang yang diminta terhadap harga.
      • Kurva permintaan yang tidak elastis sempurna (perfectly inelastic), ini merupakan tingkat paling rendah dari elastisitas, dimana respon yang jumlah permintaan barang terhadap perubahan harga adalah sangat kecil.Faktor Yang Mempengaruhi Elastisitas Harga Permintaan.
      Ada beberapa faktor yang menentukan elastisitas harga permintaan :
      1. Tersedia atau tidaknya barang pengganti di pasar;
      2. Jumlah pengguna/tingkat kebutuhan dari barang tersebut;
      3. Jenis barang dan pola preferensi konsumen;
      4. Periode waktu yang tersedia untuk menyesuaikan terhadap perubahan harga/periode waktu penggunaan barang tersebut; dan
      5. Kemampuan relatif anggaran untuk mengimpor barang.
      Elastisitas akan besar jika :
      1. Terdapat banyak barang subsitusi yang baik;
      2. Harga relatif tinggi; dan
      3. Ada banyak kemungkinan-kemungkinan penggunaan barang lain.
      Elastisitas umumnya akan kecil, jika :
      1. Benda tersebut digunakan dengan kombinasi benda lain;
      2. Barang yang bersangkutan terdapat dalam jumlah banyak, dan dengan harga-harga yang rendah; dan
      3. Untuk barang tersebut tidak terdapat barang-barang substitusi yang baik, Dan benda tersebut sangat dibutuhkan.

      Referensi :

      1. Rhardja, Pratama, Mandala Menurung. (2008). Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi dan Mikroekonomi). Jakarta: FEIU.
      2. Nopirin, Pengantar Ekonomi Makro dan Mikro, BPFE, UGM, Yogyakarta, 2000
      3. Sukirno, S, 2011, “Mikroekonomi Teori Pengantar”, PT Raja Grafindo Persada, Edisi Ketiga, Cetatakan Ke 26, Jakarta.
      4. http://myilmulintashukum.blogspot.co.id/2015/12/teori-permintaan.html
      5. http://myilmulintashukum.blogspot.co.id/2015/12/pengertian-elastisitas.html

      Pengertian Dan Faktor Penentu Elastisitas Permintaan

      - 4 comments
      Pengertian Dan Faktor Penentu Elastisitas Permintaan ~ Menurut hukum permintaan, tindakan menaikkan harga ini jelas akan menurunkan permintaan. Jika permintaan hanya menurun dalam jumlah yang kecil, kenaikan harga akan menutupi biaya produksi sehingga produsen masih mendapatkan keuntungan.

      A. Pengertian Elastisitas Permintaan

      Besarnya reaksi konsumen terhadap perubahan harga sangat penting bagi produsen. Tujuan nya adalah agar produsen dapat menentukan tingkat harga yang menguntungkan. Elastisitas permintaan adalah ukuran drajat kepekaan permintaan terhadap perubahan harga.

      Elastisitas permintaan mengukur perubahan relatif dalam jumlah unit barang yang di beli sebagai akibat perubahan salah satu faktor yang mempengaruhinya (ceteris paribus).

      Pengertian Elastisitas permintaan menggambarkan derajat kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan yang terjadi pada variabel-variabel yang mempengaruhinya.

      Elastisitas permintaan dapat diartikan sebagai tingkat kelenturan atau tingkat kepekaan permintaan terhadap perubahan harga. Elastisitas permintaan dinyatakan dengan sebuah koefesien yaitu koefesien elastisitas dan dinotasikan dengan huruf Ed. Dengan demikian, notasi E adalah besaran, atau koefisien yang dapat menunjukkan seberapa lentur permintaan jika terjadi perubahan harga dan dinyatakan dengan rumus berikut ni.

      Pengertian Dan Faktor Penentu Elastisitas Permintaan
      Pengertian & Faktor Penentu Elastisitas Permintaan
      Ed = (ΔQ/Q)/(ΔP/P)
      Dimana :

      ΔQ = perubahan jumlah permintaan

      ΔP = perubahan harga barang

      P = harga mula-mula

      Q = jumlah permintaan mula-mula

      Ed = koefesien elastisitas permintaan

      Persamaan tersebut sebenarnya adalah rasio antara persentase perubahan jumlah permintaan terhadap persentase perubahan harga. Koefesien elastisitas menunjukkan besar kecilnya pengaruh perubahan tingkat harga terhadap perubahan tingkat permintaan barangnya.

      Nilai Ed sama dengan dua menujukkan bahwa perubahan pada tingkat harga akan menyebabkan perubahan tingkat permintaan barang sebesar dua kali daripada perubahan tingkat harga.

      Jika perubahan tingkat harga sebesar 10 persen, maka perubahan tingkat permintaan barang adalah 20 persen.

      Nilai koefesien Ed sama dengan 0,5 menunjukkan bahwa perubahan tingkat harga akan menyebabkan tingkat permintaan barang berubah sebesar setengah kalinya daripada perubahan tingkat harga.

      Jika harga berubah sebesar 10 persen, maka perubahan tingkat permintaan adalah lima persen.

      Nilai Ed lebih besar dari satu disebut permintaan elastisis, sedangkan jika nilai Nilai  Ekurang daripada satu disebut permintaan inelastis. Permintaan dengan nilai Esama dengan satu disebut permintaan unitary atau permintaan satuan atau normal.

      Selain itu masih ada dua jenis permintaan lagi yaitu permintaan elastis sempurna dan permintaan inelastis sempurna. Permintaan elastis sempurna ditunjukkan dengan Nilai Ed tak hingga, dan permintaan inelastis sempurna ditunjukkan dengan Ed sama dengan nol.

      Pada dasarnya ada 3 hal yang mempengaruhi elastisitas permintaan, yaitu :

      1. Elastisitas Harga (Price Elasticity Of Demand) barang sendiri 

      Elastisitas Harga atau lengkapnya elastisitas harga dari permintaan atau elastisitas permintaan terhadap harga adalah  yaitu suatu konsep yang dimaksudkan untuk mengukur derajaat perubahan kuantitas barang yang dibeli sebagai akibat perubahan harga barang tersebut.

      Elastisitas harga (price elasticity) yaitu persentase perubahan jumlah barang yang diminta atau yang ditawarkan, yang disebabkan oleh persentase perubahan harga barang tersebut.

      Elastisitas harga (EP) mengukur berapapersen permintaan terhadap suatu barang berubah bila harganya berubah sebesar satu persen.

      Ep = Persentase perubahan jumlah barang yang diminta

      Persentase perubahan harga

      Atau

      Ep = %∂Q

      %∂P

      = (∂Q/Q)

      (∂P/P)

      = P x ∂Q

      Q ∂P

      • Angka Elastisitas Harga (EP)

      a) Inelastis (EP < 1)

      Perubahan permintaan (dalam persentase) lebih kecil daripada perubahan harga. Kalau harga naik 20% menyebabkan permintaan barang turun sebesar, misal nya 12%. Pemintaan barang kebutuhan pokok umumnya inelastis. Misalnya perubahan harga beras di Indonesia, tidak berpengaruh terhadap perubahan permintaan terhadap beras, karena beras adalah kebutuhan pokok.

      b) Elastis (EP > 1)

      Permintaan dikatakan elastis bila perubahan harga suatu barang menyebabkan perubahan permintaan yang BESAR. Misalnya bila harga turun 20% menyebabkan permintaan barang naik 40%. Karena itu EP lebih besar dari satu. Barang mewah seprti mobil umumnya permintaan elastis.

      c) Elastis Unitari (EP = 1)

      Jika harga naik 20%, permintaan barang turun 20% juga.

      d) Elastis Sempurna (EP = 0)

      Berapapun harga suatu barang, orang akan tetap membeli jumlah yang di butuhkan. Contohnya adalah permintaan garam dan gula.

      e) Elastis Tak Terhingga

      Perubahan harga sedikit saja menyababkan perubahan permintaan tak terbilang besarnya.

      Macam-macam elastisitas harga :

      a. Elastisitas Titik (Point Elasticity)

      Elastisitas titik mengukur tingkat elastisitas pada titik tertentu. Konsep elastisitas ini digunakan bila perubahan harga yang terjadi sedemikian kecilnya hingga mendekati nol. Tetapi konsep ini kurang akurat bila perubahan harga yang relatif besar.

      Rumus Elastisitas Titik. yaitu :

      Ep = ∂Q/Q = P.∂Q

      ∂P/P Q. ∂P

      b. Elastisitas busur (arc elasticity)

        Elastisitas busur adalah ukuran tentang drajat respon rata-rata kuantitas terhadap harga pada suatu interval kurva permintaan.

        Dalam kasus tertentu lebih tepat jika mnggunakan elastisitas busur, yang mengukur elastisitas permintaan antara dua titik. Rumus perhitungan elastisitas busur hanya sedik perbedaannya dengan rumus perhitungan elastisitas titik.

        Rumus Elastisitas Busur, yaitu :

        Ep = –∂Q (P1 + P2/2 = -∂Q (P1 + P2)

        ∂ (Q1 + Q2/2 ∂P (Q1 + Q2)

        Dimana: ∂Q = Q1 – Q2

        ∂P = P1 –P2

        Atau

        Ep = Q1 – Q2

        (Q1 + Q2) /2

        P1 – P2

        (P1 + P2) /2

        • Faktor Yang Menentukan Elastisitas Harga

        a) Tingkat Subtitusi

        Makin sulit mencari subtitusi suatu barang, permintaan makin inelastis. Contoh : Beras sulit di cari subtitusinya, karena itu permintaan inelastis. Sedangkan garam tidak mempunyai subtitusi, oleh karena itu permintaan nya inelasti sempurna, karena walaupun harga nya naik bayak, orang tetap membelinya, dan seandainya harganya turun anyak, orang tidak lantas memborong nya.

        b) Jumlah Pemakai

        Makin banyak jumlah pemakai, permintaan akan suatu barang makin inelastis.
        Semakin pokok suatu barang, semakin inelastis permintaan nya.

        c) Proporsi Kenaikan Harga Terhadap Pendapatan Konsumen

        Bila proporsi tersebut besar, maka permintaan cenderung lebih elastis.

        d) Jangka Waktu

        jangka waktu permintaan atas suatu barang juga mempunyai pengaruh terhadap elastisitas harga. Namun hal ini tergantung pada apakah barangnya durabel atau nondurabel.

        2. Elastistas Harga Silang

        Elastisitas harga silang yaitu merupakan derajat kepekaan permintaan barang X terhadap perubahan harga barang lain.

        Elastisitas silang (cross elasticity) adalah persentase perubahan jumlah barang X yang diminta, yang disebabkan oleh persentase perubahan harga barang lain (Y).

        Elastisitas silang (EC) mengukur persentase perubahan permintaan suatu barang sebagai akibat perubahan harga barang lain sebesarsatu persen. 

        Ec = % ∂Qx

        % ∂Py

        = (∂Qx / Qx)

        (∂Py / Py)

        = Py . ∂Qx

        Qx ∂Py

        Nilai Ec mencerminkan hubungan antara barang X dengan Y. Bila Ec > 0 ,X merupaakn subtitusi Y. Kenaikan harga Y menyebabkan harga relatif X lebih murah, sehinggga permintaan terhadap X meningkat. Misalnya, bila harga daging ayam naik, maka permintaan terhadap permintaan daging sapi akan meningkat (Ceteris Paribus), karena sekarang daging sapi relatif menjadi lebih murah dibanding harga daging ayam (meskipun secara nominal masih lebih maahal). Nilai Ec < 0 menunjukan hubungan X dan Y adalah komplementer. X hanya bisa digunakan bersama sama Y. Penambhan atau pengurangan terhadap X, menyebabkan penambahan atau pengurangan terhadap Y. Kenaikan harga Y menyebabkan permintaan terhadap X, menebabkan permintaan terhadap X ikut menurun. Misalkan, bila harga BBM naik (Ceteris Paribus), maka dapat di duga permintaan terhadap mobil akan berkurang.

        3. Elastisitas Pendapatan

        Elastisitas pendapatan yaitu merupakan derajat kepekaan permintaan barang X terhadap perubahan pendapatan atau anggaran belanja konsumen.

        Elastisitas pendapatan (income elasticity) yaitu persentase perubahan permintaan akan suatu barang yang diakibatkan oleh persentase perubahan pendapatan (income) riil konsumen.

        Elastisitas pendapatan (Ei) mengukur berapa persen permintaan terhadap suatau barang berubah bila pendapatan berubah sebesar satu persen.

        Ei = Persentase perubahan jumlah barang yang diminta

        Persentase perubahan pendapatan

        Atau

        Ei = % ∂Q

        % ∂I

        = (∂Q / Q)

        (∂I / I)

        = I . ∂Q

        Q ∂I

        Umumnys nilsi Ei positif, karena kenaikan pendapatan (nyata) akan meningkatkan permintaan. Makin besar nilai Ei, elastisitas pendapatan nya makin besar. Barang dengan Ei > 0 merupakan barang normal (normal goods). Bila nilai Ei anara 0 sampai1, barang tersebut merupakan kebutuhan pokok (essential goods). Barang denan Ei > 1 merupakan barang mewah (luxurius goods).

        Ada barang dengan Ei < 0. Permintaan terhadap barang tersebut justru menurun pada saat pendapatan nyata meningkat. Barang ini disebut barang interior (inferor goods).

        B. Faktor Penentu Elastisitas Permintaan

        Faktor-faktor yang mempengaruhi penentu elastisitas adalah sebagai berikut : 
        • Banyaknya pangan pengganti yang tersedia : Semakin banyak jenis pangan pengganti yang tersedia maka semakin elastis sifat permintaannya;
        • Persentase pendapatan yang akan dibelanjakan untuk membeli pangan tersebut : Semakin besar bagian pendapatan yang diperlukan untuk membeli suatu pangan maka semakin elastis permintaan terhadap pangan itu;
        • Jangka waktu di dalam mana permintaan itu dianalisis : Semakin lama jangka waktu dimana permintaan itu dianalisis, maka semakin elastis sifat permintaan suatu pangan.

        Pustaka :

        1. Suparmoko, Pengantar Ekonomika Mikro, BPFE Yogyakarta, 2000,
        2. Ahman, H., E., Rohmana, Y., 2007,”Ilmu Ekonomi Dalam PIPS”, Edisi Kedua, Cetakan Pertama, Penerbit Universitas Terbuka, Jakarta.
        3. Rhardja, Pratama, Mandala Menurung. (2008). Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi dan Mikroekonomi). Jakarta: FEIU.
        4. Nopirin, Pengantar Ekonomi Makro dan Mikro, BPFE, UGM, Yogyakarta, 2000
        5. Sukirno, S, 2011, “Mikroekonomi Teori Pengantar”, PT Raja Grafindo Persada, Edisi Ketiga, Cetatakan Ke 26, Jakarta.
        6. http://myilmulintashukum.blogspot.co.id/2015/12/teori-permintaan.html
        7. http://myilmulintashukum.blogspot.co.id/2015/12/pengertian-elastisitas.html